Mungkin banyak yang lupa atau malah tidak tahu bahwa 22 April 2009 kemarin adalah Hari Bumi sedunia. Seberapa pentingkah bumi yang kita pijakkan ini harus diperingati secara khusus oleh penduduk di seluruh dunia??? Hal ini tentu saja untuk mengingatkan kepada kita semua betapa pentingnya penyelamatan dan pelestarian bumi. Awal mulanya diawali dengan keprihatinan makin meluasnya kerusakan lingkungan di Amerika Serikat. Kemudian, aktivis lingkungan, Senator Gaylord Nelson, menggalang Hari Bumi di Amerika Serikat pada 22 April 1970 yang diikuti lebih dari 20 juta orang. Siswa SD sampai mahasiswa serta masyarakat umum bersatu dalam demonstrasi menuntut pembenahan lingkungan. Gerakan berhasil membangun kesadaran masyarakat dan mendobrak tradisi proses politik yang terkait dengan penyelamatan lingkungan.
Hasilnya luar biasa. Banyak undang-undang tentang lingkungan hidup kemudian berhasil dikeluarkan. Badan perlindungan lingkungan AS didirikan. Keberhasilan itu kemudian diikuti oleh banyak negara. Bahkan pada tanggal 28 Maret 2009, diadakan pemadaman lampu selama 1 jam pada pukul 20.30-21.30 WIB ini merupakan salah satu gerakan Earth Hour yang dipelopori oleh WWF. Dengan mematikan lampu selama satu jam dipercaya akan membantu mendinginkan bumi yang telah bekerja setiap hari dan mengurangi pemanasan global. DKI Jakarta sering disebut sebagai “the city never sleeps”, tidak kalah dengan New York, karena Jakarta juga tetap ‘hidup’ di malam hari. Karena itu Jakarta terpilih sebagai salah satu Kota yang berpartisipasi ikut memadamkan listrik dalam rangka gerakan Earth Hour. Oleh karena itu, selain salah satu anugrah ciptaan Tuhan YME, bumi yang juga merupakan salah satu alam semesta perlu untuk kita lestarikan secara bersama-sama.
Isu global warming yang dihembuskan negara maju mungkin bakal terjadi juga di negara kita. Hal ini tentu dapat berpengaruh terhadap hidup kita nantinya.
Untuk mencegah hal itu terjadi, maka sudah waktunya kita mulai melestarikan Bumi. Paling tidak bisa kita mulai dari lingkungan sekitar yang terdekat dengan kita. Mulailah dari kegiatan di dalam rumah.
Bagaimana merealisasikannya? Hanya butuh langkah-langkah kecil kok. Mari mulai berhemat. Hemar energi, hemat air, dan kurangi penggunaan peralatan-peralatan yang menghasilkan panas tinggi. Desainlah rumah sebaik mungkin, sehingga meminimalkan penggunaan pendingin ruangan.
Konkritnya? Lihat uraian berikut. Langkah-langkah ini dapat dilakukan untuk berhemat air dan energi:
- Upgrade peralatan rumah tangga Anda. Produk lama cenderung lebih boros energi, listrik, ataupun air. Jika memilih peralatan baru, penghematan mencapai 60% dibandingkan dengan produk lama.
- Aktivitas mencuci piring. Mungkin Anda heran. Pola konvensional mencuci piring dengan tangan ternyata boros air. Penggunaan dishwasher ternyata lebih hemat. Mesin cuci piring ini dapat memangkas 3/4 air terpakai. Selain hemat air juga hemat tenaga.
- Jangan biarkan tumpukan es ada pada ruang pembeku kulkas Anda. Lapisan es menyedot energi 30% lebih banyak. Segera bersihkan. Lebih baik lagi jika lemari es Anda punya tools pencair otomatis hingga dapat menghemat waktu.
- Kulkas pun jangan didekatkan ke sumber panas. Juga jenis pembeku lain, karena hawa panas mengurangi efisiensi kerja kompresor dan kondensor. Dan yang pasti meningkatkan konsumsi energi.
- Konsumsi energi dan air dari mesin cuci merupakan yang terbesar kedua dalam rumah tangga. Pilihlah mesin cuci dengan teknologi Direct Spray. Fitur ini dapat mengurangi 35-50% pemakaian air dan energi untuk sekali muatan.
- Perhatikan label energi pada peralatan rumah tangga. Lebel energi memuat informasi efisiensi energi produk tersebut. Skala yang ada saat ini G-A. Skala A merupakan tingkatan terendah dalam konsumsi energi. Bahkan untuk lemari es dan mesin cuci terdapat skala A+ dan A++.
- Pilih peralatan berlabel "eco". Eco adalah ekologi, merupakan label untuk produk yang mendukung pelestarian lingkungan dan penghematan energi.
Bike to work. Salah satu upaya dan langkah jitu baru-baru ini agar mengurangi polusi yang sudah banyak merajalela di wilayah perkotaan. Selain dapat mengurangi Polusi, bike to work yang artinya bersepeda untuk bekerja juga dapat mengurangi kemacetan. Bike to work dapat juga dilakukan para remaja untuk berangkat ke sekolah atau ke kuliah dengan naik sepeda untuk tujuan yang sama pula.
-------
Thank's bwat smua...LET'S SAVE OUR EARTH




