
Thank's bwat sobat Kamal yang udah ngasih penghargaan ini....
Nah Award ini juga punya tugas yang katanya nyebutin 10 hal yang tak disukai, ya udah deh...gw sebutin aja...
Ga suka ma ketinggian
LanJut mang......!

Thank's bwat sobat Kamal yang udah ngasih penghargaan ini....
Nah Award ini juga punya tugas yang katanya nyebutin 10 hal yang tak disukai, ya udah deh...gw sebutin aja...

Nama Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Syahrir, Agus salim, dll, begitu juga kualitas pegawai negeri/ guru2 kita dulu begitu bagusnya sampai-sampai kita mengirim guru2 kita ke malaysia serta singapura untuk mengajar disana. tapi kalo melihat realita sekarang, sepertinya sungguh berbeda keadaannya....hikz...hikz
Dunia pendidikan kita sekarang memang memprihatinkan. Standar kelulusan yang dinaikkan menjadi 5 adalah salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Namun di sisi lain ada keprihatinan yang menggelayuti dunia pendidikan kita bahwa tidak sedikit para pelajar kita yang merasa ketakutan tidak bisa lulus dengan standar kelulusan yang dinaikkan tersebut. Bahkan ada yang rela berbuat curang dengan melakukan kegiatan mencontek.
Yang lebih parah lagi ada orang tua yang tidak tega atau bahkan mungkin malu bila anaknya tidak lulus ujian, melakukan segala cara bahkan dengan cara menyogok untuk dapat meluluskan anaknya. Bahkan ada fenomena yang sangat keji dalam dunia pendidikan kita, yaitu adanya soal yang bocor. Gejala apakah yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan kita. Bukankah muka dunia pendidikan di Indonesia benar-benar tercoreng dengan kasus bocornya soal tersebut. Siapa yang harusnya bertanggungjawab dalam masalah bocornya soal ini. Dimanakah nurani para pihak yang terkait langsung dalam penyelenggaraan ujian ini?
Kalo kita kaji lebih dalam, harusnya dunia pendidikan menghasilkan generasi yang cerdas dan lebih bermoral. Dunia pendidikan menghasilkan generasi calon pemimpin yang lebih arif dan adil. Namun jika kita lihat dari hari kehari, kita lihat seiring dengan bertambahnya tahun tidak sedikit kebodohan masih bermunculan di dunia Indonesia ini. Bahkan yang terkait dengan kekayaan bangsa Indonesia milikipun masih dieksploitasi oleh pohak asing. Dunia pendidikan harusnya memang melahirkan generasi yang cerdas dan cekatan dalam bekerja. Karena mereka lebih cepat memahami segala sesuatunya. Namun yang kita lihat dari tahun-tahun terakhir terlihat pengangguran masih merajalela. Karena terbatasnya lapangan kerja, bahkan ada yang merelakan dirinya untuk berbuat kejahatan demi sesuap nasi bagi keluarganya. Sungguh hal yang sangat tidak diharapkan.
Mana kharisma yang diwariskan Ki Hajar Dewantara??! belum ada kata terlambat...kita sebagai pemuda bangsa harus mengembaikan INDONESIA menjadi negara yang disegani kembali seperti dahulu kala...
Tetapi berbeda lagi dengan yang apa yang terjadi di ICYS 2009..
Siswa-siswa Indonesia kembali mengharumkan nama Indonesia dengan meraih enam emas, satu perak, dan tiga perunggu dalam lomba penelitian dan presentasi tingkat dunia atau International Conference of Young Scientists (ICYS) 2009 di Polandia 24-28 April. ICYS adalah suatu kompetisi bagi siswa SMA untuk melakukan penelitiannya sendiri di negara masing-masing lalu mempresentasikan di depan para juri.
Menurut Surya, dua emas dihasilkan melalui bidang fisika oleh Guinandra Lutfan Jatikusumo (SMA Taruna Nusantara) dengan penelitiannya 'Electrostatic Precipitator as The Solution of Military Tank's Smoke Negative Effects (Menghilangkan asap dan debu dari Tank perang)' dan Idelia Chandra (SMA St Laurensia) dengan penelitiannya 'Balinese Gamelan: a Brainwave Synchronizer? (Meneliti perbedaan suara secara fisika dalam Gamelan Bali)'.
Emas lainnya di bidang komputer oleh Nugra Akbari (SMA Global Mandiri) dengan penelitiannya 'M-Batik: The Computation of Indonesia's Dying Tradisional Batik Design (Batik dapat didesain lewat fractal)'. Kemudian tiga emas ekologi, J Karli (SMA Cita Hati) dengan penelitiannya 'Durian to Fight Mosquito (Durian ternyata bisa membunuh nyamuk)', lalu Gabriella Alicia Kosasih (SMA St Laurensia) dengan 'An Agent for Remedy of Oil Pollution (Ternyata bakteri bisa memutus rantai molekul oli, sehingga mudah dihancurkan tanah)', dan Fernanda Novelia (SMA Petra 3) dengan 'Control Using Trichogramma Japonicum as Egg Parasite (Cara mengontrol hama dengan cara efektif)'.
Mereka adalah banyak generasi bangsa yang sadar akan perlunya kebangkitan pendidikan di Indonesia. Kita harus selalu belajar dan mangusahakan agar semua anak bangsa Indonesia dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani di mata seluruh dunia.

Dan award ini saya berikan pula kepada
bagi yang menerima award lakukan ini ya,
1. Letakkan logo ini kedalam blog atau postingan
2. Undang 10 orang teman untuk mengambil award ini
3. Jangan lupa untuk membuat link ke web atau blog milik temanmu
4. Biarkan mereka tahu bahwa mereka telah menerima penghargaan ini dengan memberikan komentar di blog mereka.
5. Berbagi kasih dan link ke posting ini dan kepada mereka yang mendapatkan award
6. Yang udah pasti..., menaikan PageRank blog kita