English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 18 April 2009

VISI dan MISI kotaku...


VISI Pemerintah Kab. Tuban

“ Terwujudnya masyarakat Kabupaten Tuban yang mandiri dan sejahtera lahir batin “

Maksud kata mandiri dalam visi tersebut adalah keadaan masyarakat yang memiliki keberdayaan, sehingga mampu untuk menentukan pilihan sesuai keinginannya termasuk didalamnya kemampuan untuk berpartisipasi (bukan mobilisasi) dalam berbagai aktivitas pembangunan.
Sedangkan kata sejahtera lahir batin adalah keadaan masyarakat yang tercukupi kebutuhan minimalnya meliputi sandang, pangan, papan dan kesehatan serta kebebasan untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing dalam situasi lingkungan yang aman dan damai.

MISI Pemerintah Kab. Tuban

- Perwujudan pemberdayaan dan peningkatan kualitas aparatur pemerintahan yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab serta berfungsi melayani masyarakat, profesional, berdaya guna, transparan, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, serta menjamin terwujudnya kondisi aman, damai, tertib, dan ketentraman masyarakat ;

- Perwujudan dan pelaksanaan otonomi daerah yang mapan dan secara damai dilandasi oleh pembangunan Kabupaten Tuban dengan memperhatikan potensi sumberdaya alam dan kemampuan sumberdaya manusia lokal, serta aparatur pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab (clean government dan good governance) ;

- Perwujudan kehidupan sosial budaya yang bertumpu pada pengamalan ajaran agama, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berkepribadian, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dan tegaknya supremasi hukum ;

- Peningkatan peran serta masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi Kabupaten Tuban, terutama nelayan, pengusaha kecil, menengah, dan koperasi, melalui pengembangan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dan berbasis pada sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang produktif, mandiri, maju, beretos kerja, berdaya saing, dan berwawasan ramah lingkungan;

- Perwujudan pengelolaan sumber daya alam dan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah

- Perwujudan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan hasil-hasil pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat dengan ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan tercukupinya kebutuhan dasar masyarakat.

LanJut mang......!

Sang Maskot

History of Tuban


-------------------------------------------------------------------------------------------------

AsAL UsUL, uSUT puNya uSut

Kota Tuban memiliki asal usul dalam beberapa versi yaitu yang pertama disebut sebagai TU BAN yang berarti waTU tiBAN (batu yang jatuh dari langit) yaitu batu pusaka yang dibawa oleh sepasang burung dari Majapahit menuju demak, dan ketika batu tersebut sampai di atas Kota Tuban, batu tersebut jatuh dan dinamakan Tuban. Adapun versi yang kedua yaitu berarti meTU BANyu berarti keluar air, yaitu peristiwa ketika Raden Dandang Wacana (Kyai Gede Papringan) atau Bupati Pertama Tuban yang membuka hutan Papringan dan anehnya, ketika pembukaan hutan tersebut keluar air yang sangat deras.

Hal ini juga berkaitan dengan adanya sumur tua yang dangkal tapi airnya melimpah, dan anehnya sumur tersebut dekat sekali dengan pantai tapi airnya sangat tawar. Ada juga versi ketiga yaitu TUBAN berasal dari kata 'Tubo' atau Racun yang artinya sama dengan nama Kecamatn di Tuban yaitu Jenu. Sejarah pemerintahan Kabupaten Tuban diawali ketika jaman Majapahit, tepatnya ketika peristiwa pelantikan RONGGOLAWE menjadi adipati Tuban yang pertama oleh Raja Raden Wijaya. Pelantikan itu terjadi pada tanggal 12 Nopember 1293, oleh karena itu HUT Kabupaten Tuban jatuh setiap 12 Nopember

-------------------------------------------------------------------------------------------------

LeTAK GeoGRafis TuBAn?

Luas wilayah Kabupaten Tuban 183.994.561 Ha, dan wilayah laut seluas 22.068 km2. Letak astronomi Kabupaten Tuban pada koordinat 111o 30' - 112o 35 BT dan 6o 40' - 7o 18' LS. Panjang wilayah pantai 65 km.

- Ketinggian daratan di Kabupaten Tuban bekisar antara 0 - 500 mdpl.

- Sebagian besar wilayah Kabupaten Tuban beriklim kering dengan kondisi bervariasi dari agak kering sampai sangat kering yang berada di 19 kecamatan, sedangkan yang beriklim agak basah berada pada 1 kecamatan.

- Kabupaten Tuban berada pada jalur pantura dan pada deretan pegunungan Kapur Utara. Pegunungan Kapur Utara di Tuban terbentang dari Kecamatan Jatirogo sampai Kecamatan Widang, dan dari Kecamatan Merakurak sampai Kecamatan Soko.

- Sedangkan wilayah laut, terbentang antara 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Bancar, Kecamatan Tambakboyo, Kecamatan Jenu, Kecamatan Tuban dan Kecamatan Palang. Kabupaten Tuban berada pada ujung Utara dan bagian Barat Jawa Timur yang berada langsung di Perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah atau antara Kabupaten Tuban dan Kabupaten Rembang.Tuban memiliki titik terendah, yakni 0 m dpl yang berada di Jalur Pantura dan titik tertinggi 500 m yang berada di Kecamatan Grabagan. Tuban juga dilalui oleh Sungai Bengawan Solo yang mengalir dari Gresik menuju Solo

(source : id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tuban)


Terlihat luas dan letak yang strategis di pusat kota.ya,memang salah satu maskot kota Tuban adalah alun-alun, di sini terdapat b anyak sekali kenangan masa kecil saya yang sudah tak terbayangkan banyaknya pengalaman saat di alun-alun...sampai sekarang pun saya masih sering sekali pergi ke alun-alun, memang alun-alun kota Tuban ini memang sangat banyak fungsinya untuk masyarakat kota Tuban selain hiburan,alun-alun juga dipakai untuk acara resmi seperti pertemuan bupati dengan para tamu-tamu dari berbagai wilayah, dan juga alun-alun ini digunakan juga sebagai upacara kemerdekaan 17 Agustus,dan masih banyak lagi fungsi-fungsi lainnya...bahkan pak presiden dan pak wakil presiden juga pernah berkunjung ke sini dengan para menteri-menterinya,,,. Untuk pengetahuan saja bahwa sebelum adanya alun-alun yang sekarang,terdapat alun-alun kuno yang(luasnya 200x150 m2) pada abad ke 13, yang dulunya menjadi pusat pemerintahan kuno Kadipaten Tuban.

Alun-alun tersebut letaknya di desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding (kurang lebih 5 km sebelah Selatan alunalun (yang sekarang). Fu ngsi alun-alun kuno tersebut sekarang digunakan sebagai upacara perayaan bersih desa.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

DaN....JENG..JENG..JENG

disamping alun-alun Tuban inilah,tepatnya di sebelah barat. Terdapat Masjid yang sejak dulu berdiri.
Masjid Agung atau sebagian orang menyebutnya Masjid Jami', adalah masjid yang megah dan cukup menyita perhatian wisatawan dan pengunjung kota Tuban untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan islami,selain sebagai tempat perIbadahan, Masjid ini juga seb agai tempat istirahat Keluarga yang sedang jaquh berpergian dari luar kota. Arsitektur yang menarik membuatnya menjadi Point of Interest saat kit aberada di Alun-alun Tuban. Mesjid Raya Tuban dibangun th.1894,sekitar 115 tahun yang lalu yang pada waktu pemerintahan Raden Tumenggung Koessoemodigdo(Bupati Tuban ke XXXV) dan arsiteknya adalah seorang Belanda bernama H.M.Toxopeus dari B.O.W. (Burgelijke Openbare Werken).

Setelah berpuluh-puluh tahun sebagai tempat perIbadahan, akhirnya pemerintah dan Bupati melakukan Renovasi Masjid Agung ini dan menjadikannya berlipat-lipat megahnya dari dahulunya(bisa dilihat pada gambar di atas).dan di bawah ini menunjukkan renovasi masjid Agung yang sudah selesai dan terlihat gemerlap nan megah diwaktu malam hari.


Fantastis...

LanJut mang......!

LauUtan Karang ...

Kalau bicara tentang "laut", wow...Tuban memiliki sejumlah keindahan laut yang luar biasa dan juga potensi laut yang dimanfaatkan masyarakat pesisir Tuban sebagai mata pencaharian sehari-hari, dimulai dari pantai Boom,bagi masyarakat Tuban, siapa yang tak tahu pantai boom yang memberikan nuansa berbeda ini...

ya...memang pantai ini sering sekali dikunjungi masyarakat Tuban khususnya pada waktu pagi hari buta, dan biasanya ramainya adalah pada waktu hari minggu. Sejarahnya, Pantai Boom merupakan pantai bersejarah yang pada zaman kejayaan Majapahit (abad ke XII) merupakan dermaga terbesar. Terletak di sebelah utara alun-alun Tuban dengan hanya 100 M dan merupakan daratan yang menjorok ke laut sepanjang 800 M. Dulunya Boom berfungsi sebagai dermaga tempat sandar kapal. Boom dibuat sebagai akibat dari terus mendangkalnya pantai Tuban sejak abad ke 16,sehingga kapal-kapal besar harus berlabuh ditengah laut. Dengan dibuatnya Boom ini diharapkan kapalkapal yang berukuran sedang dapat merapat di Boom. Pantai Boom ini sering dimanfaatkan juga sebagai arena memancing bagi warga sekitar pantai. Dan pada waktu sore hari anda dapat melihat keindahan "Sunset" di ujung pantai ini. NAMUN sayang sekali....

Belakangan ini Pantai Boom seperti sudah seperti sesuatu yang luput dari perhatian pemerintah tentang penanganan kebersihan dan pengikisan pantai yang semakin lama semakin sempit jalan menuju aksesnya. Di samping badannya rusak digerus abrasi, menurut sejumlah informasi hamparan lahan yang semula menjadi sentra pohon kelapa kini telah hilang. ,Akibatnya Kharisma pantai ini lambat laun mulai meredup sedikit demi sedikit seperti sudah terabaikan. Saya berharap sekali pemerintah Tuban menangani masalah ini dan dianggapnya sebagai sebuah keseriusan karena pantai Boom adalah IDENTITAS Tuban yang harusnya dijaga dan dilestarikan.

Tak jauh dari itu,
Tuban juga menyajikan keasrian laut dengan membangun terminal baru yang bangunannya membelah tepi laut yang indah. Sesuai namanya, Terminal Baru adalah terminal yang merupakan pembaharuan dari Terminal lama yang sebelumnya terletak masih dalam hitungan di dalam kota. Terminal Baru Tuban ini sangat luas sekali sampai laut pun harus "dihurug". Terminal ini berdesain modern dan megah sangat berfungsi sebagai tempat per istirahatan. Tetapi, sepertinya letaknya sangat jauh dari kota dan menjadikan terminal ini sepi kios-kios penjual dan penumpang pun malas pergi kesana karena akses ke terminal jauh sekali dan penumpang lebih memilih untuk menunggu di tepi jalan. Dan pada akhirnya terminal ini juga terlihat sepi dan kurang antusiasme masyarakat.

LanJut mang......!