English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 18 April 2009

Tour Wisata

yUK tEngOK wISATA TUBAN yANg manTAp p0L....















Makam Sunan Bonang terletak di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban. Lokasinya dekat dengan alun-alun Tuban, sehingga begitu mudah dijangkau oleh beragam sarana transportasi. Seperti halnya makam wali songo lainnya, makam Sunan Bonang begitu ramai dikunjungi para peziarah. Dan hanya selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri saja, makam ini sepi dari pengunjung luar kota. Praktis dengan adanya makam Sunan bonang, wisata ini sangat terkenal di berbagai penjuru kota sehingga banyak sekali peziarah yang datang berbondong-bondong ke Makam Sunan Bonang untuk berziarah dan otomatis menambah penghasilan masyarakat tuban dengan retribusi parkir motor dan bus yang banyak sekali digunakan oleh peziarah. Dan tampaknya peluang rezeki ternyata juga datang pada Tukang Becak yang berderet-deret mengantri penumpang dari pagi sampai malam.

Sekarang marilah kita menoleh ke sisi selatan kota tuban...
Sudah tak asing lagi...Wisata Pemandian Bektiharjo


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari perempatan kapur Tuban ke arah selatan kurang lebih 7km anda akan menemukan eksotika nuansa alami pemandian BEKTIHARJO. Kolam renang Bektiharjo senantiasa
bersih dan dilengkapi dengan papan loncat. Bagi pengunjung anak-anak juga terdapat kolam untuk anak yang agak dangkal. Penggantian air kolam dilakukan secara rutin dengan memompa sumber mata air yang ada tepat di sebelah kolam renang. Yang menarik lainnya adalah adanya komunitas kera jinak di sekitar lokasi pemandian. Kera-kera ini tidak mengganggu, kecuali bagi pengunjung yang membawa anak, terutama anak-anak yang sedang membawa makanan agar dijaga dengan baik. Karena sering kali kera-kera yang kelihatan sangat pendiam dapat bergerak dengan sangat cepat untuk mengambil kue atau makanan kecil yang di pegang oleh anak-anak.Di sini terdapat banyak sekali fasilitas umum, mulai dari area parkir , los pedagang , area bermain , rumah makan , sampai kolam renang khusus anak-anak pun telah tersedia. Dengan tiket masuk antara Rp.1000,- s/d Rp. 2000,- kita sudah bisa menikmati keindahan kenyamanan dan keasrian telaga atau sendang bektiharjo ini.

Segerrrr...........

LanJut mang......!

Selasa, 14 April 2009

HandiCraft



Cenderamata khas yang bisa dibeli adalah kain tenun (batikgedhog) dengan motif yang sangat khas. Motif khas ini juga bisa kita temui dalam bentuk kaos, baju wanita, dan selendang Peluang usaha ini sangat banyak dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Tuban. Dan Pusat penjualan Kain dan Baju Bathik Gedog adalah di Kelurahan Kutorejo dekat makam Sunan Bonang, Di sana saling berjubel penjual dan pembeli batik gedog.

Selain itu, Tuban juga terkenal sebagai kota Tuak (atau toak dalam bahasa lokal). Tuak adalah cairan (legen)dari tandan buah pohon lontar (masyarakat menyebutnya uwit bogor) yang difermentasikan sehingga memabukkan karena mengandung alkohol. Di bawah ini adalah fotonya... Sedianya legen dibuat menjadi gula jawa, atau dapat juga langsung diminum sebagai minuman yang menyegarkan dan tentu saja, tidak memabukkan, selain itu buah dari pohon lontar (ental atau siwalan ) ini juga bisa dimakan dan berasa manis serta kenyal. Sangatlah gigih masyarakat Tuban dalam melawan penjajah. Dengan bersenjatakan Bambu Runcing, mereka melawan penjajah. Namun, strategi masyarakat Tuban adalah dengan menggunakan Tuak, maksudnya, Penjajah disuguhi minuman memabukkan tersebut. Ketika mereka sudah tidak sadarkan diri, mereka menyerang dan menghancurkan pos dan benteng pertahanan penjajah. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Tuban bukan hanya menggunakan kekuatan tetapi juga menggunakan akal yang telah diberikan oleh Tuhan yang maha Esa.

LanJut mang......!

Aset Wisata Termegah



Masih lekat di ingatan saya, minggu pagi saat berumur sekitar 4 tahunan, saya diajak pertama kalinya masuk ke dalam goa akbar oleh orang tua dan sanak saudara saya. Awalnya saya takut dan tak mau, tetapi akhirnya saya mau juga,pertamanya saya takut-takut untuk masuk tetapi setelah digandeng ibu saya saya mulai masuk goa dan lama kelamaan saya menjadi terbiasa oleh suasana itu dan saya merasa senang tiapkali diajak kesana oleh orangtua, hawa di goa ini sangat lembab, banyak sekali kelelawar berterbangan kesana-kemari. Dan mengapa goa ini dijuluki goa akbar? ya mungkin karena goa ini sangat akbar/besar sekali luasnya. Dari kata AKBAR sendiri pun juga memiliki singkatan yaitu Aman, Kreatif, Bersih, Asri, dan Rapi. Hingga kini, Goa Akbar sudah dikelola dengan baik oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tuban. Berbagai fasilitas untuk menggeksplorasi keunikan dan keindahan goa tersedia lengkap. Mungkin jauh dari perkiraan wisatawan tentang goa yang gelap dan berbau kotoran kelelawar. Di goa dengan lintasan sepanjang 1,2 kilometer itu, pengunjung akan mendapatkan suasana yang sangat berbeda. Saat menuruni pintu goa, coba tengok ke atas, maka di situ akan didapati suasana layaknya memasuki atrium besar. Ruang dalam goa tampak kian menarik dengan dekorasi lampu hias. Sinar lampu itu membantu menampilkan sosok-sosok bebatuan stalagtit dan stalagmit yang mengagumkan.

Sepanjang lintasan dalam goa, terdapat setidaknya tiga ruang besar semacam hall. Ruang besar ini kerap menjadi terminal pengunjung untuk santai sejenak. Mungkin inilah aset Wisata yang sangat menunjukkan jati diri kota Tuban sesungguhnya. Saya berharap bagi wisatawan yang datang ke Tuban agar menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Goa Akbar yang terletak di belakang pasar baru ini. Karena sangat langka sekali pemandangan goa seperti untuk didapatkan di lain tempat.

LanJut mang......!